Tinta Dye-base versus Tinta Pigmen, Manakah yang Anda Butuhkan?

Tinta Dye-base versus Tinta Pigmen, Manakah yang Anda Butuhkan?

November 20, 2020 0 By nerdi

Saat akan mencetak dokumen atau foto, pernahkah Anda terpikir tinta seperti apa yang dibutuhkan oleh printer Anda? Sebab  printer yang tersedia di pasaran ada bermacam-macam jenisnya, seperti printer A3 brother,  inkjet, laserjet, all in one. Lalu, apakah tinta yang digunakan pun jenisnya harus berbeda? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini, yuk!

Seperti printer, tinta pun banyak variasinya. Meski begitu, jenis tinta yang paling umum digunakan adalah tinta dye-base dan tinta pigmen. Tinta dye-base paling sering digunakan pada printer inkjet untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencetak dokumen yang berisi tulisan. Sementara tinta pigmen banyak digunakan oleh beberapa bidang pekerjaanyang membutuhkan komposisi dan ketahanan warna yang baik, misalnya fotografer atau desainer.  Berikut adalah perbedaan di antara keduanya:

Tinta Dye-base

Karena berbahan  dasar air, tinta dye-base  akan terserap dengan baik oleh kertas. Tingkat serapan yang tinggi ini akan membuat hasil cetakan dokumen biasa (berwarna hitam putih) menjadi lebih tajam. Namun, daya tahan tinta dye-base tidak begitu bagus. Jika terkena air atau paparan sinar matahari, tinta ini akan sangat mudah luntur.

Meski demikian, berkat teknologi yang semakin canggih, sekarang sudah ada tinta dye-base dengan daya tahan yang lebih lama. Beberapa produsen tinta ini bahkan mengklaim tinta buatannya sudah antisinar matahari.

Keunggulan tinta dye-base adalah rentang warna yang lebih luas dan harga yang lebih murah, sementara kekurangannya adalah cetakan akan cepat memudar. Tak ayal, penggunaan tinta dye-base cocok untuk keperluan sehari-hari seperti mencetak tugas pelajar atau mencetak dokumen pekerja kantoran yang hanya disimpan di dalam ruangan saja.

Tinta Pigmen

Berkebalikan dari tinta dye-base, tinta pigmen bisa bertahan di atas kertas lebih lama juga bisa lebih tahan air. Hal ini disebabkan oleh bahan dasar tinta pigmen yang berupa pewarna bubuk serta berpartikel besar. Tak mengherankan bila tinta ini tidak akan meresap ke dalam kertas, melainkan menempel di atas kertas ketika digunakan untuk mencetak. Faktor ini juga membuat tinta pigmen bisa bertahan sangat lama. Beberapa produsen tinta pigmen bahkan mengklaim produk mereka bisa bertahan hingga 100 tahun. Selain itu, tinta pigmen juga punya ketahanan terhadap sinar matahari maupun bahan kimia lain.

Sayangnya, tinta ini memiliki rentang warna yang lebih rendah  dan harga yang lebih mahal. Hal ini tak lepas dari karakteristik—seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya—serta tujuan penciptaan tinta ini. , Tinta pigmen umum digunakan oleh para pekerja profesional atau pengaplikasian pada dokumen-dokumen penting yang membutuhkan pigmentasi dan ketahanan warna pada hasil cetakannya.  Contoh penggunaan tinta pigmen biasanya berupa dokumen bergambar, seperti foto, poster, brosur,  kalender, juga  dokumen-dokumen penting, seperti ijazah, akta tanah, piagam, foto, dll.

Itulah dia ulasan tentang perbedaan tinta dye-base dan tinta pigmen. Sekarang, apakah Anda sudah tahu jenis tinta mana yang Anda butuhkan?