Menilik Industri E-Sport Hingga Gelaran Turnamen Free Fire Asia Invitational 2019 Garena

Menilik Industri E-Sport Hingga Gelaran Turnamen Free Fire Asia Invitational 2019 Garena

November 17, 2019 0 By nerdi

 

Di September tahun 2019 lalu, platform Game Garena sukses menggelar turnamen e-Sport. Ya, kali ini Indonesia didapuk menjadi tuan rumah ajang olahraga elektronik dengan judul Free Fire Asia Invitational 2019. Ajang perlombaan yang dilaksanakan di ICE BSD Tangerang ini sukses menunjukkan jika industri E-Sport tanah air sangat berkembang pesat. Kini game tidak hanya menjadi permainan saja, melainkan sudah menjadi industri yang menjanjikan.

Nah, begitu pesatnya perkembangan industri satu ini membuat kita patut untuk membahasnya. Tidak perlu berlama-lama, berikut ini ada ulasan tentang bagaimana E-Sport memberi pendapatan miliaran dolar untuk negara dan bagaimana Garena dengan sukses menyelenggarakan perlombaannya. Yuk, simak uraiannya dibawah ini!

 

Putaran Uang Sangat Tinggi di Industri E-Sport

 

Pemerintah sudah mulai mempertimbangkan pasar E-Sport lantaran memiliki perputaran uang yang sangat tinggi. Terbukti, Indonesia diklaim tahun lalu oleh Newzoo menjadi pangsa pasar game terbesar urutan 17 di dunia. Total pendapatannya tidak main-main. E-Sport bisa menghasilkan uang mencapai USD 1,084 Miliar. Hal ini tentu membuktikan jika Indonesia menjadi salah satu negara di Asia yang sangat mumpuni dalam industri satu ini.

Negara lain di Asia yang juga menjadi pemenang urutan pendapatan pasar game terbesar adalah China. Total perolehannya tidak main-main, yakni mencapai USD 37,9 Miliar. Kemudian, peringkat selanjutnya disusul oleh Amerika Serikat dan Jepang. Jadi bisa dikatakan dengan masuknya China, Jepang, dan Indonesia dalam perolehan jajaran pendapatan tinggi di E-Sport membuat Asia tidak bisa dianggap remeh dalam industri ini.

Malah, sejatinya bisa dikatakan jika Asia Tenggara yang memegang peranan penting dalam industri game di Asia Pasifik. Pasalnya, pendapatan Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, dan Myanmar juga tidak bisa dianggap remeh. Masing-masing negara tersebut mengantongi pendapatan senilai USD 76 Juta hingga ada yang mencapai USD 633 juta.

Tahun lalu saja, wilayah regional Asia Pasifik mencapai angka USD 71,4 Miliar. Adapun total kucuran dana investor ke industri ini di tahun 2018 silam bahkan mencapai USD 4,5 Miliar. Tidak hanya dari publisher game, dana-dana tersebut nyatanya juga datang dari venture capital dan brand. Adanya venture capital yang berinvestasi tentu menjadi cerminan bahwa potensi industri ini sangat besar.

 

Beragamnya Turnamen E-Sport Dunia

 

Dalam beberapa tahun terakhir, industri e-sport memang berkembang pesat. Maka tidak heran jika banyak turnamen-turnamen yang digelar di banyak tempat megah dengan total perputaran uang yang cukup fantastis.

Bukan tanpa sebab mengapa e-sport sangat dilirik. Perkembangan zaman memang membuat bermain game tidak hanya sekedar bermain saja, namun juga dapat menghasilkan uang. Anggapan ini semakin dikuatkan dengan dukungan dari para jenama-jenama teknologi dalam memajukan turnamen e-sport dengan cara sponsor. Mulai dari ACER, Lenovo, hingga Intel dan Razor tercatat kerap menjadi sponsor utama dalam berbagai ajang turnamen.

Langkah-langkah yang yang diberikan para perusahaan teknologi ini semakin mantap dengan dukungan dari banyak platform hiburan digital dunia, salah satunya adalah Garena. Sebagai perusahaan yang berskala Internasional, Garena kerap mengadakan turnamen e-sport yang mana tahun ini diadakan di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa banyak pihak beranggapan jika e-sport adalah pasar yang menjanjikan.

Selain perusahaan teknologi, developer, dan para stakeholder yang berperan vital dalam industri ini, pertumbuhan e-sport juga dibantu oleh banyaknya situs streaming seperti Youtube yang menayangkan pertandingan secara rutin di skala dunia.

Demikian ulasan tentang industri e-sport dan berbagai penggiat turnamennya, salah satunya adalah Garena. Yuk, mainkan game dan siapa tahu Anda menjadi atlet e-sport selanjutnya!